Netranews.co.id, Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan komitmennya menjadikan budaya dan ekonomi kreatif sebagai fondasi pembangunan daerah. Sabru, 20 Desember 2025.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan bertajuk “Dari Ide Kreatif Menuju Berita Inspiratif” yang digelar di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik, Jumat (19/12) kemarin.
Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, insan media, dan pemangku kepentingan sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan potensi budaya lokal agar memiliki daya saing di tingkat nasional hingga internasional.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pembangunan daerah tidak semata-mata bertumpu pada infrastruktur fisik. Menurut dia, budaya dan ekonomi kreatif justru menjadi elemen penting dalam membangun identitas daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Membangun suatu daerah tidak hanya melalui infrastruktur. Hari ini kita bisa melihat bahwa masyarakat Gresik juga luar biasa dalam membangun daerahnya lewat budaya dan ekonomi kreatif,” ujar Yani.
Ia menegaskan, pengembangan ekonomi kreatif harus menjadi program berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Pemerintah Kabupaten Gresik, kata dia, akan terus bersinergi melalui dinas terkait, khususnya Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafbudpora), untuk mendampingi para pelaku kreatif.
Yani juga mengapresiasi peran seniman, budayawan, musisi, hingga pelaku UMKM kreatif yang dinilai telah menjadi duta budaya daerah melalui karya dan inovasi. “Karena kemajuan suatu daerah selalu dimulai dari akar budayanya,” tegasnya.
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif diharapkan mampu berkontribusi dalam menurunkan angka pengangguran terbuka dan kemiskinan di Kabupaten Gresik. Ia menilai, kehadiran pelaku ekonomi kreatif memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Ini adalah bentuk dukungan masyarakat dalam membangun daerah. Para pelaku ekonomi kreatif berkontribusi langsung dan menjadi bagian penting dari pembangunan Gresik,” kata Alif.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR RI Nila Yani Hardiyanti menyoroti pentingnya dukungan kebijakan nasional bagi pelaku ekonomi kreatif. Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat tengah memperkuat perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi para kreator.
Selain itu, Komisi VII DPR RI juga mendorong pengembangan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Ekonomi Kreatif sebagai akses pembiayaan berkelanjutan bagi pelaku usaha kreatif.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman dari sejumlah pelaku ekonomi kreatif Gresik. Irfan dari Gresik Movie menceritakan film pendek bertema identitas budaya Gresik yang diputar di Australia dan Cannes, Prancis. Najih dari Legend Tren berbagi kisah membawa minuman khas Gresik menembus pasar internasional.
Anhar dari Damar Kurung Gresik mengisahkan upayanya melestarikan warisan budaya damar kurung hingga tampil di pameran internasional, sementara Andrew Nababan dari Jazz in Gresik berbagi pengalaman mempopulerkan musik jazz di ruang-ruang publik.
Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Gresik menyerahkan piagam penghargaan kepada 26 pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor. Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi mereka dalam menjaga identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi daerah. (red)
