Netranews.co.id, Sumenep – Sukses mempertahankan cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di atas 95 persen dengan tingkat keaktifan peserta melebihi 85 persen setiap bulannya, Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali diganjar penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 Kategori Madya. Rabu, 28 Januari 2025.
Penghargaan bergengsi ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya dalam menjaga cakupan kepesertaan dan konsistensi pembayaran iuran.
Dalam penyerahan penghargaan itu, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa JKN telah menjadi instrumen utama negara untuk melindungi masyarakat dari risiko kemiskinan akibat tingginya biaya kesehatan.
Menurut Gus Muhaimin, program yang telah berjalan lebih dari satu dekade ini terbukti membebaskan rakyat dari beban finansial sekaligus menjadi wujud kehadiran negara sebagai enabling state yang memastikan masyarakat hidup sehat dan berdaya.
“Negara hadir melalui JKN sebagai enabling state yang memastikan rakyat dapat hidup sehat dan berdaya. Kesehatan tidak bisa dikompromikan, karena masyarakat tanpa jaminan kesehatan sangat rentan jatuh miskin,” ujar Gus Muhaimin di Jakarta Internasional Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (27/01)
Mantan Wakil Ketua DPR RI tersebut menekankan bahwa kualitas kesehatan memiliki korelasi langsung dengan taraf ekonomi, sehingga JKN bukan sekadar jaminan sosial melainkan pelaksanaan mandat konstitusi.
Ia juga menyebutkan bahwa pencapaian UHC merupakan investasi strategis daerah karena sistem kesehatan yang tangguh dan merata menjadi fondasi stabilitas kemajuan bangsa seperti yang dibuktikan negara-negara maju.
“Negara-negara maju membuktikan bahwa sistem kesehatan yang tangguh dan merata menjadi fondasi stabilitas dan kemajuan bangsa. Indonesia sedang berada di jalur yang tepat,” tegasnya.
Terkait capaian di daerah, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Sumenep, Ellya Fardasah mengungkapkan, pihaknya mencatatkan cakupan kepesertaan JKN di atas 95 persen dengan tingkat keaktifan peserta melebihi 85 persen setiap bulannya berkat kontribusi pembayaran iuran bagi Peserta Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID).
“Cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Sumenep telah melampaui 95 persen dengan tingkat keaktifan peserta di atas 85 persen setiap bulan. Ini menunjukkan akses layanan kesehatan masyarakat semakin luas dan merata,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, prestasi yang diraih secara berkelanjutan ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menjamin perlindungan kesehatan masyarakat serta memperluas akses layanan medis yang merata.
“Pemerintah daerah secara konsisten membiayai iuran Peserta Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID). Ini adalah bentuk nyata keberpihakan Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap perlindungan kesehatan masyarakat,” jelasnya.
Meskipun membutuhkan konsistensi pembayaran iuran yang tinggi, Pemkab Sumenep terus berperan aktif meningkatkan kepesertaan JKN sebagai bukti nyata keberpihakan terhadap kesehatan warga.
Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menerima langsung penghargaan tersebut dari Menko Muhaimin Iskandar dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep serta jajaran pimpinan BPJS Kesehatan setempat.
Usai menerima penghargaan, Wakil Bupati Imam Hasyim menyatakan bahwa predikat Madya ini merupakan buah dari konsistensi daerah dalam memenuhi kewajiban iuran dan menargetkan peningkatan ke kategori Utama di masa depan.
“Alhamdulillah, Kabupaten Sumenep kembali mendapatkan penghargaan UHC Award 2026 kategori Madya karena telah memenuhi seluruh persyaratan pembayaran iuran. Ke depan, kami berharap ada peningkatan sehingga Sumenep dapat naik ke kategori Utama,” kata Kiai Imam.
Orang nomor dua di Sumenep ini menegaskan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang meringankan beban di seluruh Indonesia saat dibutuhkan.
“Melalui program UHC, Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen memastikan masyarakat merasakan manfaat layanan kesehatan yang lebih ringan dan dapat diakses di seluruh Indonesia saat dibutuhkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa dukungan pembiayaan iuran PBID oleh pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam menjaga cakupan kepesertaan yang luas dan tingkat keaktifan peserta yang tinggi.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep ini juga diperkuat dengan upaya menjaga kualitas pelayanan melalui penguatan fasilitas kesehatan primer yang sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). (Dim/red)
