Netranews.co.id, Sumenep – Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, baru selesai satu gerai dari 334 Desa yang diproyeksikan. Senin, 30 Maret 2026.
Kepala Bidang Perizinan, Kelembagaan, Pengawasan dan Pemeriksaan DKUPP Sumenep Hairil Iskandar mengatakan hanya di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan yang gerainya selesai dibangun, sementara ratusan desa lain masih belum.
”Iya yang sudah selesai baru satu gerai,” katanya, Senin (30/1).
Ia mengungkapkan, persoalan teknis pembangunan dan anggaran KDMP itu ditangani oleh PT Agrinas yang bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Sementara pemerintah daerah, kata dia, hanya menerima laporan dan melakukan pemantauan saja.
”Kami mendapatkan laporan saja, kalau kendalanya kami tidak mengetahui secara langsung,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, saat ini terdapat 146 titik yang sedang dalam proses pembangunan. Sementara dari 334 Desa, 192 titik KDMP sudah memiliki lahan, dan 142 titik belum siap untuk dibangun gerai.
”Dari 146 titik, tingkat pembangunannya bervariasi, ada yang baru dibangun fondasinya,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi II Jauhari menyinggung keras soal lambannya pembangunan pembangunan KDMP yang dialami hampir di seluruh desa.
Menurutnya, keberadaan KDMP merupakan niscaya yang harusnya memberikan dampak signifikan ke perekonomian masyarakat, namun sampai saat ini hanya beberapa saja yang beroperasi.
“KDMP ini miris, dimana sekarang coba yang sudah selesai? Malah ada yang tidak ada lahan,” kata Jauhari.
Tidak hanya itu, ia menilai, lambannya KDMP ini terjadi karena faktor vitalnya yang kurang terkelola, yaitu masalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang dinilai belum siap.
“KDMP ini koperasi, koperasi itu akan hidup kalau anggotanya semangat. Kalau seperti sekarang, saya ragu. Sepertinya SDM belum siap,” kata Jauhari saat diwawancarai, pada Senin (09/03).
Selain itu, kata dia, keterbatasan anggaran juga menjadi masalah penting. Sebab, membangun gerai, mengembangkan SDM melalui pelatihan, dan upgrading itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Menurutnya, SDM dan anggaran untuk KDMP ini perlu dipersiapkan dengan matang sebelum gerai selesai. Apalagi, kata dia, pembangunan gerai ini pusat telah memangkas anggaran desa untuk KDMP.
Ia menegaskan bahwa SDM dan anggaran adalah bagian vital dari KDMP agar bisa bertahan dan membangkitkan ekonomi.
“KDMP lesu karena SDM-nya lesu, dan melatih SDM juga perlu anggaran. Keduanya sama-sama penting. Kalau anggaran minim, koperasi hanya jadi kor cokop ka se ngurusi (hanya cukup untuk yang pengurus),” pungkasnya tegas. (Dim/red)
