Netranews.co.id, Sumenep – Postingan facebook Salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Indra Wahyudi menuai kecaman setelah menyebut orang yang tidak puas dengan program Presiden Prabowo sebagai ‘Anak Abah’. Rabu, 15 April 2026.
Postingan itu dipublish dalam fans page facebook milik Indra Wahyudi pada Selasa (14//04/2026) dan telah dikomentari sekitar 50 pengguna medos tersebut.
Diketahui, Indra saat ini menjabat sebagai Wakil ketua DPRD Sumenep sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Sumenep, Jawa Timur.
Dalam postingannya, Indra memposting ulang bertita mengenai hasil survei tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden dan Wakil Presiden, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menariknya, postingan itu tidak hanya memuji kinerja pasangan Prabowo-Gibran, namun terdapat sentilan nakal terhadap pendukung sang rival di Pilpres 2024.
“Yang gak puas terhadap program Pak Prabowo Subianto terutama program prioritas seperti MBG biasanya anak abah,” tulisnya dalam postingan itu.
Ia menyebut, siapa saja yang tidak puas terhadap kinerja dan program Presiden-Wakil Presiden Republik Indonesia yang terpilih hampir dua tahun lalu itu, adalah mereka yang tidak bisa ‘move on’ karena calonnya kalah.
“Sebenarnya mereka itu bukan tidak puas terhadap program prioritas Presiden, hanya tidak puas karena si Abah kalah Pilpres,” lanjutnya.
Sontak, postingan tersebut ramai ditanggapi netizen lokal. Salah satunya akun Ubay yang mengaku menolak MBG tapi bukan anak abah atau pendukung Anis Baswedan di Pilpres sebelumnya.
“Saya tidak setuju program MBG karena kebanyakan jadi sarang korupsi, hanya memperkaya pejabat dan yang megang rata-rata pejabat, anggota DPRD atau keluarganya,” tulisnya dalam komentar.
Uniknya, ia juga mengaku bahwa dirinya merupakan pendukung Indra Wahyudi dalam perebutan kursi anggota parlemen di Daerah Pilih (Dapil) Sumenep IV.
Menanggapi itu, aktivis Gerakan Transformasi Nusantara Sumenep, Abdurrahman Saleh menilai statement Indra Wahyudi yang merupakan Wakil Ketua DPRD Sumenep itu sangat provokatif.
“Statement seperti itu sangat tidak menggambarkan seorang pejabat, apalagi sekelas Wakil Ketua DPR, harusnya mengedukasi, malah memprovokasi,” kata Rahman saat dihubungi.
Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Wiraraja ini mengungkapkan, tudingan terhadap yang tidak puas terhadap program presiden merupakan anak abah itu bisa memicu perdebatan tidak sehat bahkan konflik horizontal.
Menurutnya, statement itu malah merujuk terhadap para pengkritik yang sebenarnya hanya bertujuan untuk mengevaluasi atau bahkan turut mengawasi.
“Namun, statement beliau selaku politisi sekaligus pimpinan parlemen seakan-akan menyamaratakan pengkritik sebagai anak abah, padahal pilpres sudah lewat satu tahun lebih,” ungkapnya.
Ia menegaskan, seharusnya sekelas politisi senior seperti Indra Wahyudi bisa mengajak masyarakat untuk mengawasi program ini secara bersama-sama agar tidak diselewengkan.
“Bukan malah mengungkit masalah Pilpres yang sudah usang. Sudah tahu setiap pemilu pasti konflik, ia malah memanas-manasi lewat postingan,” tegasnya.
Sementara itu, Indra Wahyudi tidak memberikan tanggapan panjang saat diminta klarifikasi mengenai postingannya itu.
“Tak perlu ditanggapi, tidak penting,” ucapnya singkat. (Dim/red)
