Netranews.co.id, Sumenep – Postingan facebook Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sumenep, Indra Wahyudi dapat sentilan pedas dari salah satu aktivis setelah menyebut pengkritik MBG sebagai ‘Anak Abah’. Kamis, 16 April 2026.
Sebelumnya pada Selasa (14/04) lalu, Indra memuji kinerja Presiden RI dalam postingannya yang memuat pemberitaan tentang hasil survei kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo.
Saat itu, ia menulis caption yang sedikit menyentil soal ketidakpuasan sejumlah kalangan terhadap program pemerintah dan menyebut mereka sebagai anak abah.
“Yang gak puas terhadap program Pak Prabowo Subianto terutama program prioritas seperti MBG biasanya anak abah. Sebenarnya mereka itu bukan tidak puas terhadap program prioritas Presiden, hanya tidak puas karena si Abah kalah Pilpres,” tulisnya dalam postingan tersebut.
Postingan itu mendapat sejumlah kritik pedas dalam komentarnya, tak jarang juga yang setuju dengan pernyataan itu.
Namun, pernyataan ini kemudian mendapat respon salah satu aktivis Sumenep, pendiri Gerakan Transformasi Nusantara, Abdurrahman Saleh menilai statement Indra Wahyudi yang merupakan Wakil Ketua DPRD Sumenep itu sangat provokatif.
“Statement seperti itu sangat tidak menggambarkan seorang pejabat, apalagi sekelas Wakil Ketua DPR, harusnya mengedukasi, malah memprovokasi,” kata Rahman saat dihubungi.
Mantan Presiden Mahasiswa Universitas Wiraraja ini mengungkapkan, tudingan terhadap yang tidak puas terhadap program presiden merupakan anak abah itu bisa memicu perdebatan tidak sehat bahkan konflik horizontal.
Menurutnya, statement itu malah merujuk terhadap para pengkritik yang sebenarnya hanya bertujuan untuk mengevaluasi atau bahkan turut mengawasi.
“Namun, statement beliau selaku politisi sekaligus pimpinan parlemen seakan-akan menyamaratakan pengkritik sebagai anak abah, padahal pilpres sudah lewat satu tahun lebih,” ungkapnya.
Ia menegaskan, seharusnya sekelas politisi senior itu dapat memilih kata yang tepat untuk mengajak masyarakat mendukung kemajuan bangsa.
“Bukan malah mengungkit masalah Pilpres yang sudah usang. Sudah tahu setiap pemilu pasti konflik, ia malah memperkeruh suasana lewat postingan,” tegasnya.
Mendapat respon pedas dari salah satu aktivis, Indra Wahyudi mengaku tidak memusingkan hal itu.
Menurut Indra, aktivis tersebut hanya mencari sensasi untuk menaikkan grade aktivisnya yang masih baru.
“Hahaha cari panggung dia biar ikutan keren,” kata Indra.
Ia juga meminta aktivis itu melihat jauh ke belakang, sebab sebetulnya pesan di postingan itu berkesinambungan dengan postingan sebelumhya, yaitu mendukung program pemerintah.
“Suruh baca dulu postinganku di FB sebelum-sebelumnya di sana sudah ada ajakan agar semua dapur di sumenep bisa menyajikan menu terbaiknya,” pungkasnya. (Dim/red)
