Netranews.co.id, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) beberapa waktu lalu merilis jumlah dapur MBG atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di berbagai wilayah disetop sementara alias suspend. Banyak dapur dicabut insentifnya.
Sedikitnya 1.720 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dihentikan sementara (suspend) dengan berbagai macam problem oleh BGN.
Dikutip dari Harian Kompas pada Rabu (29/4). Sebanyak 1.356 masuk dalam pemberhentian sementara kategori mayor dan tidak mendapat insentif.
Sedangkan 364 SPPG dihentikan sementara namun tetap akan mendapatkan insentif saat status suspend selesai dan dinyatakan dapat kembali beroperasi.
Sekadar diketahui, BGN menetapkan insentif sebesar Rp. 6.000.000,- bagi SPPG. Biasanya insentif tersebut dicairkan setiap kali distribusi makanan gratis kepada penerima yakni siswa.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, penghentian insentif terhadap SPPG yang di suspend tidak secara otomatis atau serta-merta langsung dicabut. Akan tetapi terlebih dahulu di ukur dari tingkatan masalahnya.
Lanjut, jika ada kejadian luar biasa (KLB) akibat kelalaian mitra atau yayasan, misalnya fasilitas dapur tidak layak jauh dari standar maka SPPG tidak bisa lagi menerima insentif.
Termasuk jika keamanan pangan seperti bahan baku tidak segar karena kesalahan mitra, maka akan diberlakukan sama yakni dicabut haknya untuk dapat insentif.
“Jika ada praktik tidak sehat, seperti monopoli pemasok atau permainan harga, itu jelas tidak dapat insentif.” pungkasnya. (Cun/red)
