Netranews.co.id, Sumenep – Gerakan Pemuda Tiga Desa dari Desa Cangkramaan, Tembayangan dan Batuputih, Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali audiensi ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) setempat. Kamis, 6 Agustus 2026.
Audiensi itu dilakukan untuk kembali mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep agar segera melakukan pemerataan pembangunan jalan kabupaten di Kecamatan Kangayan.

“Sudah memasuki periode kedua Bupati ini, tapi pembangunan jalan masih belum merata. Sejak 7 tahun menjabat, Kangayan hanya dibangun di poros utara,” kata Koordinator Gerakan Pemuda Tiga Desa, Kecamatan Kangayan, Abdurrahman Saleh.
Dalam audiensi itu, ia menjelaskan bahwa Pemuda dari tiga Desa itu menyampaikan tiga tuntutan fundamental kepada Pemkab Sumenep.
“Pertama mendesak Dinas PUTR untuk segera mengusulkan pembangunan infrastruktur jalan di Kecamatan Kangayan bagian selatan dalam APBD Sumenep 2027,” jelasnya.
Selain itu, ia juga meminta adanya kejelasan rencana kerja, anggaran secara transparan kepada masyarakat untuk menjaga komitmen pemerataan pembangunan di Kecamatan Kangayan.
“Ketiga, kami menuntut Pemerintah Daerah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah untuk melibatkan Gerakan Pemuda Tiga Desa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Sumenep, Salamet Supriyadi saat menemui audiensi mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah mengupayakan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk poros selatan Kangayan.
“Kami sudah mengusulkan ruas jalan Pandeman-Pajanassem melalui DAK Tahun 2027, tapi masih hanya usulan. Sama jalan Pabian–Kangayan karena masih ada sisa sekitar satu sampai dua kilometer,” jelasnya.
Ia mengklaim bahwa APBD 2027 tidak akan mampu untuk mengcover seluruh pembangunan jalan di Kabupaten Sumenep, sehingga harus bergantung ke DAK.
“Jika diajukan bersamaan misalnya dari APBD dan DAK maka nanti tumpang tindih dan berisiko, makanya nanti mudah-mudahan diterima,” ungkapnya.
Sekedar informasi, jalan Poros Selatan menghubungkan dua kecamatan antara Arjasa di Desa Pandeman hingga Sawah Sumur dan Kecamatan Kangayan melewati Desa Batu Putih hingga Pajanassem yang belum pernah tersentuh pembangunan. (Dim/red)
