Netranews.co.id, Pamekasan – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler UIN Madura Posko 11 menggelar sosialisasi anti-bullying yang diikuti seluruh santri dan santriwati Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK) Pamekasan, Jawa Timur, pada Selasa (18/08/2026) malam.
Kegiatan yang mengusung tema “Berteman Tanpa Batas, Bercanda Ada Batasnya” tersebut digelar untuk memberikan pemahaman kepada santri mengenai pentingnya membangun hubungan pertemanan yang sehat, positif, dan saling menghargai di lingkungan pesantren.
Kegiatan diawali dengan pengerjaan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal para santri mengenai bullying sebelum mendapatkan materi sosialisasi.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuk tindakan bullying, dampak terhadap korban dan lingkungan sosial, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menyikapi tindakan tersebut.
Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui ice breaking dan dialog bersama santri agar peserta dapat lebih mudah memahami persoalan bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Selain materi dan dialog, mahasiswa KKN juga memutarkan film pendek yang menggambarkan tindakan bullying serta mengajak santri mengenali perilaku yang terkadang dianggap sebagai candaan tetapi dapat memberikan dampak negatif kepada orang lain.
Salah satu peserta, Ahmad Ghazlan Azami, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut karena mendapatkan pemahaman baru mengenai bahaya tindakan bullying.
“Saya sangat bahagia mengikuti sosialisasi anti-bullying ini, kegiatan ini menambah pemahaman saya dan teman-teman yang lain bahwa tindakan bullying adalah perilaku negatif yang merugikan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UIN Madura yang telah memberikan edukasi mengenai pentingnya membangun pertemanan yang sehat di lingkungan pesantren.
Kordes KKN Posko 11, Akmalul Umam, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai bentuk layanan preventif untuk mencegah terjadinya tindakan bullying di lingkungan pesantren.
“Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk layanan preventif yang dilakukan guna mencegah tindakan bullying terjadi di lingkungan pesantren,” terangnya.
Setelah seluruh materi dan dialog selesai, para santri kembali mengerjakan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman mereka setelah mengikuti sosialisasi anti-bullying.
Akmalul Umam berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai bullying, tetapi juga mendorong santri menerapkan pola pertemanan yang lebih positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi santri bagaimana cara hidup bersosial di lingkungan pesantren dengan cara membangun hubungan pertemanan yang positif,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKN Reguler UIN Madura Posko 11 dan seluruh santri IBS PKMKK.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Reguler UIN Madura Posko 11 berupaya menanamkan kesadaran bahwa menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama.
Mahasiswa KKN juga mengingatkan bahwa bercanda tetap dapat menjadi bagian dari pertemanan, namun harus memperhatikan batas agar tidak berubah menjadi tindakan yang menyakiti, merendahkan, atau merugikan orang lain. (Dim/red)
