Netranews.co.id, Lamongan – Derasnya arus informasi di era digital membuat masyarakat semakin mudah menerima dan menyebarkan berbagai informasi. Kondisi itu dinilai perlu diimbangi dengan peran pers yang mampu menyajikan berita berdasarkan fakta dan proses jurnalistik yang benar.
Wakil Bupati Lamongan Dirham Akbar Aksara meminta perusahaan media yang tergabung dalam Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lamongan mengambil peran dalam menghadapi tantangan tersebut.
Hal itu disampaikan Dirham saat menerima audiensi jajaran pengurus SMSI Lamongan di ruang kerjanya, Gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jumat (11/9/2026).
Menurut Dirham, perkembangan teknologi informasi tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh informasi. Di sisi lain, ruang digital juga dipenuhi informasi yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penyebaran hoaks di media sosial. Ia juga menyoroti masih adanya pemberitaan di sejumlah portal daring yang mencampurkan fakta dengan opini atau diterbitkan tanpa konfirmasi yang memadai.
“Perkembangan teknologi saat ini sangat cepat. Banyak informasi tidak benar atau hoaks, khususnya di media sosial,” kata Dirham.
Karena itu, ia meminta media anggota SMSI Lamongan tidak terjebak dalam mengejar kecepatan pemberitaan semata. Menurut dia, akurasi, keberimbangan, dan proses konfirmasi tetap harus menjadi landasan dalam menghasilkan berita.
Dirham juga membuka ruang bagi media untuk menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah. Kritik, kata dia, tetap diperlukan sepanjang disampaikan berdasarkan fakta dan bertujuan memberikan masukan yang konstruktif.
“Yang baik, beritakan dengan baik. Jika ada kekurangan, kami juga bersedia menerima kritik atau masukan yang membangun,” ujarnya.
Selain menjalankan fungsi kontrol sosial, Dirham berharap media ikut meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi.
Ia menilai pers memiliki posisi strategis untuk membantu publik membedakan informasi faktual dengan konten yang hanya berupa opini maupun informasi menyesatkan.
“Sajikan informasi yang mendidik masyarakat. Ajak masyarakat memahami mana yang benar dan mana yang salah melalui pemberitaan berdasarkan fakta, bukan sekadar opini penulis,” tutur dia.
Sementara itu, Ketua SMSI Lamongan M. Nur Ali Zulfikar mengatakan audiensi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kepengurusan SMSI sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan.
“Kami ingin mengenalkan SMSI Lamongan beserta jajaran pengurusnya. Kami juga ingin membangun komunikasi dan menyamakan persepsi antara pengelola media dengan pemerintah,” kata Ali Zulfikar.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak turut membahas perubahan industri media akibat perkembangan teknologi. Media kini tidak hanya bersaing dengan sesama perusahaan pers, tetapi juga menghadapi kecepatan distribusi informasi melalui berbagai platform media sosial.
Ali mengatakan kondisi tersebut menuntut perusahaan media untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk memahami perubahan algoritma dan pola konsumsi informasi masyarakat.
Menurut dia, ukuran sebuah media tidak lagi semata-mata ditentukan oleh seberapa lama media tersebut berdiri. Kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan perubahan perilaku pembaca juga menjadi faktor penting dalam mempertahankan keberlangsungan perusahaan pers.
“Algoritma teknologi berkembang begitu cepat. Media yang mampu memanfaatkan teknologi dengan baik memiliki peluang berkembang pesat,” ujarnya. (red)
