Netranews.co.id, Pamekasan – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII Tingkat Kabupaten Pamekasan Tahun 2026 ditutup Bupati Pamekasan Kholilurrahman, di Alun-Alun Arek Lancor. Penutupan ditandai dengan pemukulan tongtong oleh Bupati dan Wakil Bupati bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pejabat, Kamis (24/09/2026) malam.
Bupati menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian MTQ yang diikuti oleh kafilah dari 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan berjalan tertib, aman dan lancar.
Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi benteng bagi generasi muda.
Dan menurutnya, keberhasilan pelaksanaan MTQ tidak hanya diukur dari terselenggaranya perlombaan, tetapi juga dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
“Kejujuran dan nilai-nilai Qurani harus menjadi budaya, kesantunan harus menjadi kebiasaan, kepedulian harus menjadi karakter, dan tanggung jawab harus menjadi bagian dari hidup kita,” katanya.
Orang nomor satu di Kabupaten Pamekasan juga menyoroti penampilan peserta cabang Syarhil Quran. Dimana ia menilai tiga peserta yang tampil mampu mengemas materi dakwah dengan mengaitkan fenomena kekinian dengan landasan ayat-ayat Al-Qur’an.
“Ini luar biasa. Mereka bisa menjelaskan fenomena yang terjadi saat ini dengan landasan ayat-ayat Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa dakwah Islam bisa menjawab tantangan zaman,” ucapnya.
Bupati berharap kemampuan tersebut dapat terus dikembangkan sehingga kafilah Pamekasan mampu meraih prestasi pada MTQ tingkat provinsi.
“Mudah-mudahan nanti di tingkat provinsi bisa membawa nama Pamekasan dan meraih juara satu,” harapnya.
Lebih jauh, Kholilurrahman menegaskan tema MTQ XXXII, yakni “MTQ sebagai Momentum Membumikan Al-Quran dan Mewujudkan Generasi Pamekasan yang Qurani”, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Al-Qur’an jangan hanya dibaca dengan suara yang indah dan merdu. Yang lebih penting, nilai-nilainya harus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia berharap generasi muda Pamekasan tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki iman, akhlak dan budi pekerti yang kuat.
“Generasi muda harus mampu mengendalikan dan mengarahkan perkembangan zaman ke arah yang lebih baik. Al-Qur’an harus menjadi benteng bagi generasi muda kita,” tegasnya. (Adv/Lil/red)
