Netranews.co.id, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta kepala desa tidak menunggu laporan warga untuk menangani persoalan sosial di wilayahnya.
Pesan itu disampaikan Ipuk saat melantik Jainu Ahmadi sebagai Kepala Desa Setail, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, di Ruang Rempeg Jogopati, Rabu (7/10/2026).
Ipuk menegaskan, kepala desa harus aktif turun ke masyarakat untuk mengetahui persoalan yang dihadapi warga sekaligus mencari solusi dengan cepat.
“Sering-seringlah menemui masyarakat. Cek apa permasalahannya, dan segera carikan solusinya. Jangan hanya menunggu ada laporan, baru bergerak,” kata Ipuk seusai pelantikan.
Jainu merupakan kepala desa terpilih melalui pemilihan antarwaktu (PAW) yang digelar pada 23 September 2026. Ia menggantikan Saifudin yang meninggal dunia pada Januari 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Ipuk meminta Jainu segera beradaptasi dengan lingkungan kerja serta membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di desa.
“Selamat mengemban amanah. Setelah ini harus segera bergerak. Dedikasikan segenap kemampuan dan energi, ciptakan inovasi baru, serta berikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujar Ipuk.
Ipuk juga mengingatkan adanya tujuh persoalan sosial yang harus menjadi perhatian pemerintah desa.
Ketujuh persoalan tersebut yakni anak putus sekolah, warga miskin yang kelaparan, persoalan gizi pada ibu hamil dan balita, rumah tidak layak huni, warga miskin yang sakit tetapi tidak mampu berobat, tata ruang desa, serta persoalan persampahan.
Menurut Ipuk, pemerintah desa harus memiliki respons cepat ketika menemukan salah satu persoalan tersebut di tengah masyarakat.
“SOP-nya, bila ditemukan tujuh kasus di atas, kades wajib menyelesaikannya sebelum empat jam. Segera koordinasi dengan camat dan dinas terkait agar bisa segera ditangani,” tegasnya.
Sementara itu, Pemkab Banyuwangi dijadwalkan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada Oktober 2027. Sebanyak 130 desa akan mengikuti pilkades serentak tersebut, termasuk Desa Setail. (Rif/red)
