Netranews.co.id, Sumenep – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Kabupaten Sumenep menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Pabitta, Desa Batu Putih, Kecamatan Kangayan, Pulau Kangean, yang mengalami krisis air selama tiga bulan terakhir. Sabtu, 24 Oktober 2026.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Batu Putih untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang terdampak kekeringan.
Ketua BAZNAS Sumenep, Ahmad Rahman, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat kepulauan yang kesulitan memperoleh air bersih.
“Bantuan air bersih ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS Provinsi Jawa Timur bersama BAZNAS Sumenep untuk membantu warga Desa Batu Putih, Pulau Kangean, yang mengalami krisis air bersih,” kata Ahmad, Sabtu (24/10/2026).
Ia menjelaskan, BAZNAS Jawa Timur bersama BAZNAS kabupaten dan kota menyalurkan total 1,2 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat di berbagai daerah yang terdampak kekeringan.
Menurut Ahmad, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, minum, mandi, dan keperluan rumah tangga lainnya.
Selain menyalurkan air bersih, BAZNAS Sumenep juga memberikan bantuan ratusan jeriken kepada masyarakat di sejumlah wilayah yang mengalami kesulitan air. Bantuan itu diharapkan memudahkan warga menampung dan membawa air ke rumah masing-masing.
Krisis air bersih di Desa Batu Putih menjadi persoalan yang kerap berulang ketika musim kemarau berlangsung panjang. Kondisi geografis kepulauan dan terbatasnya sumber air membuat masyarakat harus berupaya lebih keras untuk mendapatkan pasokan air.
Warga bahkan harus menempuh jarak beberapa kilometer dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor untuk mencari sumber air. Dalam kondisi tertentu, air bersih juga harus didatangkan menggunakan perahu dari desa lain.
Melalui penyaluran bantuan tersebut, BAZNAS berharap kebutuhan air bersih warga dapat terbantu selama musim kemarau. Bantuan ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya upaya berkelanjutan untuk mengatasi krisis air di wilayah kepulauan agar masyarakat tidak terus menghadapi persoalan serupa setiap tahun. (Dam/red)
