Netranews.co.id, Sumenep – Sembilan nelayan asal Desa Tonduk, Kecamatan Ra’as, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, akhirnya bisa kembali ke kampung halaman setelah sempat terdampar di wilayah perairan Australia dan diamankan otoritas setempat. Selasa, 27 Oktober 2026.
Kepulangan mereka tidak lepas dari proses diplomasi antara Pemerintah Indonesia dan Australia melalui Kementerian Luar Negeri. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumenep juga turun tangan memfasilitasi perjalanan para nelayan menuju daerah asal.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sumenep, Ahmad Rahman, mengatakan, pihaknya memberikan bantuan transportasi agar kesembilan nelayan tersebut dapat segera berkumpul kembali dengan keluarga setelah menjalani proses pemulangan dari Australia.
“BAZNAS merasa memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu pemulangan sembilan nelayan ini agar mereka segera bisa bertemu kembali dengan keluarganya di Pulau Tonduk, Kecamatan Ra’as,” kata Ahmad Rahman, Selasa (27/10/2026).
Ahmad menjelaskan, sembilan nelayan tersebut terlebih dahulu diterbangkan dari Australia menuju Bali setelah proses pemulangan melalui jalur diplomatik selesai.
Setibanya di Bali, mereka dijemput oleh BAZNAS Sumenep untuk melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman.
Dari Bali, rombongan menempuh perjalanan darat menuju Pelabuhan Jangkar di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan kapal laut menuju Kepulauan Ra’as, sebelum akhirnya para nelayan kembali ke Desa Tonduk.
Menurut Ahmad, bantuan tersebut diberikan untuk meringankan kesulitan yang dihadapi para nelayan, terutama dalam menempuh perjalanan pulang dari luar negeri menuju wilayah kepulauan di Kabupaten Sumenep.
Sebelumnya, sembilan warga Desa Tonduk itu berangkat melaut menggunakan kapal. Namun, dalam perjalanan, kapal yang mereka tumpangi terdampar hingga memasuki wilayah perairan Australia.
Keberadaan mereka kemudian diketahui otoritas keamanan Australia. Kesembilan nelayan tersebut sempat diamankan sebelum akhirnya menjalani proses pemulangan ke Indonesia.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri selanjutnya melakukan komunikasi dan negosiasi dengan Pemerintah Australia untuk mengupayakan kepulangan mereka.
Setelah proses tersebut rampung, para nelayan diizinkan kembali ke Indonesia melalui Bali.
BAZNAS Sumenep kemudian membantu kelanjutan perjalanan mereka hingga menuju Kecamatan Ra’as.
Ahmad menegaskan, keterlibatan BAZNAS dalam proses pemulangan itu merupakan bagian dari upaya memberikan bantuan kemanusiaan kepada warga Sumenep yang menghadapi kesulitan.
Ia berharap bantuan tersebut dapat mengurangi beban para nelayan sekaligus memastikan mereka bisa kembali berkumpul dengan keluarga setelah mengalami persoalan saat melaut di perairan Australia. (Dim/red)
