Netranews.co.id, Sumenep – Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti Cabang Sumenep menggelar deklarasi perdamaian antarperguruan pencak silat melalui kegiatan Gathering Akbar yang dirangkai dengan sarasehan kebudayaan dan pengesahan pemutihan anggota, Sabtu.
Kegiatan bertajuk Gathering Akbar: Sarasehan Kebudayaan Pencak Silat dan Pengesahan Pemutihan IKSPI Kera Sakti Sumenep 2026 tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kerukunan antarperguruan silat di Kabupaten Sumenep.
Deklarasi bertema Sumenep Sebagai Pelopor Perdamaian Antarperguruan itu ditandai dengan defile 30 bendera perguruan pencak silat se-Kabupaten Sumenep serta penampilan gerakan jurus dari masing-masing perguruan.
Selain deklarasi, kegiatan tersebut juga diisi sarasehan kebudayaan pencak silat yang melibatkan seluruh perguruan untuk memperkenalkan gerakan dan jurus sebagai bagian dari kekayaan budaya pencak silat.
Acara yang berlangsung dengan semangat persaudaraan tersebut turut dihadiri Bupati Sumenep yang diwakili asisten, jajaran Polresta Sumenep, Kodim 0827 Sumenep, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumenep, serta perwakilan seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Sumenep.
Ketua Cabang IKSPI Kera Sakti Sumenep, Rahmat Taufiq mengatakan, kegiatan tersebut menjadi agenda perdana yang tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi, tetapi juga mendorong Sumenep menjadi pelopor perdamaian antarperguruan pencak silat.
“Dengan adanya deklarasi ini, kami IKSPI Kera Sakti Sumenep akan terus menjaga perdamaian dan mempererat persatuan serta persaudaraan antarperguruan pencak silat,” ujarnya.
Ia menegaskan, komitmen perdamaian tersebut akan terus dijaga melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk aparat keamanan dan pemerintah daerah.
“Kami juga akan terus berkolaborasi dengan aparat seperti Kodim dan Polresta Sumenep, serta pemerintah untuk menjaga persatuan dan kesatuan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua IPSI Sumenep, Santoso mengapresiasi inisiatif IKSPI Kera Sakti yang menggelar kegiatan untuk memperkuat kerukunan sekaligus membangun komunikasi antarperguruan pencak silat.
“Ini momentum yang luar biasa, mempererat tali silaturahmi antarperguruan, dan alhamdulillah kami lihat tadi itu semua perguruan itu hadir,” ujarnya.
Menurut Santoso, kehadiran seluruh perguruan dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa masyarakat pencak silat di Kabupaten Sumenep mampu menjaga kekompakan, kerukunan, dan persaudaraan.
Ia bahkan menyebut keberadaan tiga perguruan pencak silat dalam satu pondok pesantren di Sumenep sebagai salah satu bukti nyata bahwa perbedaan perguruan tidak menghalangi terwujudnya kehidupan yang harmonis.
“Bahkan yang paling nyata, di Sumenep ada salah satu pondok pesantren itu ada tiga perguruan. Ini bukti kerukunan,” ungkapnya.
Selain menjaga perdamaian, Santoso berharap IKSPI Kera Sakti Sumenep terus mengembangkan pembinaan atlet, khususnya dengan menjaring bakat-bakat muda dari kalangan pelajar.
“Karena saya lihat dan saya lantau itu di IKSPI Kera Sakti Sumenep sangat potensi, jadi bisa dilakukan penjaringan, harapan saya seperti itu,” kata Santoso.
Rangkaian Gathering Akbar tersebut juga diisi prosesi pengesahan pemutihan anggota IKSPI Kera Sakti Sumenep 2026 yang disaksikan langsung Ketua Umum IKSPI Kera Sakti, Bambang Sunarja.
Usai kegiatan, Bambang Sunarja mengaku terkesan dengan kerukunan antarperguruan pencak silat di Kabupaten Sumenep yang dinilainya mampu menunjukkan kuatnya persatuan dan kesatuan.
Ia juga mengapresiasi IKSPI Kera Sakti Sumenep yang telah menginisiasi Gathering Akbar melalui sarasehan kebudayaan dan deklarasi perdamaian dengan melibatkan berbagai perguruan.
“Ini merupakan sebuah prestasi yang ditorehkan IPSI Sumenep yang berhasil membuat seluruh perguruan hidup rukun,” kata dia.
Bambang berharap kerukunan antarperguruan pencak silat di Kabupaten Sumenep dapat menjadi teladan bagi daerah lain dalam membangun persaudaraan di tengah perbedaan organisasi.
“Apalagi ini dimulai oleh saudara-saudara saya dari kera sakti. Ini patut diapresiasi dengan sangat luar biasa, dimana tadi juga ditampilkan gerakan-gerakan jurus dari perguruan lain,” ungkapnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh warga dan pendekar IKSPI Kera Sakti Sumenep agar senantiasa rendah hati serta menggunakan ilmu bela diri untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan merasa bangga menjadi pendekar yang ditakuti masyarakat, kamu harus bangga menjadi pendekar kera sakti yang dicintai masyarakat dan mampu mencintai masyarakat. Sehingga kamu bisa hidup bermasyarakat dengan baik,” pungkasnya. (Dim/red)
