Netranews.co.id, Sumenep – Pemerintah Kabupaten Sumenep bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep menggelar peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan Festival Kreasi Anak Yatim di Pendopo Keraton Sumenep. Minggu, 15 Februari 2026.
Kegiatan tersebut menjadi pembuka Kalender Event Pemerintah Kabupaten Sumenep Tahun 2026. Sepanjang tahun ini, pemerintah daerah menargetkan penyelenggaraan 110 event yang diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisata dan menggerakkan perekonomian daerah, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Festival Kreasi Anak Yatim menjadi agenda perdana dalam kalender tersebut. Dalam kegiatan itu, anak-anak yatim menampilkan beragam potensi dan bakat, mulai dari hafalan Al Quran, drama bertema keislaman, hingga tampil sebagai pembawa acara. Penampilan mereka mendapat apresiasi dari para tamu undangan yang hadir.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep R Syahwan Efendi yang mewakili Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut dia, festival itu tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi anak-anak yatim, tetapi juga wujud kepedulian sosial.
“Kegiatan ini sangat positif. Anak yatim merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Syahwan saat membacakan sambutan bupati.
Diketahui, Baznas Kabupaten Sumenep menyalurkan santunan kepada 767 anak yatim. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan kebutuhan mereka sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Ketua Baznas Kabupaten Sumenep Ahmad Rahman mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk anak-anak yatim. Pada awal 2026, Baznas telah menyalurkan santunan kepada ratusan anak yatim sebagai bagian dari program sosial lembaga tersebut.
Melalui peringatan Isra Mikraj dan Festival Kreasi Anak Yatim ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Baznas berharap nilai-nilai spiritual dan kepedulian sosial semakin tumbuh. Selain itu, rangkaian event keagamaan yang masuk dalam kalender daerah diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal sepanjang 2026. (Dim)
