Netranews.co.id, Sumenep – Warga Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, keluhkan matinya lima mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dikelola PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Layanan Pelanggan (ULP) setempat. Senin, 16 Maret 2026.
Giliraja sebelumnya menerima peningkatan kelistrikan dengan menambah mesin PLTD dari lima menjadi enam mesin yang diresmikan oleh Bupati dan PLN Sumenep, pada Mei 2025 lalu.
Namun, belum genap satu tahun, lima mesin di antaranya diduga mati dan mengalami kerusakan hingga membuat warga mengluh karena sejumlah aktivitasnya tersendat.
Salah satu warga, Dedes Saputro mengatakan sejumlah warga sebelumnya mendatangi rumah mesin PLTD Giliraja untuk mempertanyakan kematian mesin.
“Lima mesin mati tidak ada penjelasan Matinya apa saja dan karena apa. Hanya ditemui petugas, ya petugas hanya kerja,” kata Dedes saat diwawancarai, pada Senin (16/03).
Selain itu, ia juga mengeluhkan pemadaman bergilir yang dilakukan Manajemen Beban PLN juga sering mendadak dan tidak sesuai jadwal, sehingga sejumlah aktivitas warga tersendat.
“Listrik mati bergilir. Bergilir pun tak sesuai jadwal, mati kadang pas sahur mati tanpa pemberitahuan,” ungkapnya.
Ia mendesak PLN segera memperbaiki mesin PLTD agar aktivitas bisa berjalan lancar dan memperbaiki manajemennya agar pemadaman jika terjadi kerusakan benar-benar sesuai jadwal dan warga bisa bersiap.
“Kami harap PLN segera memperbaiki PLTD ini dan pemadaman harus sesuai jadwal agar tidak mengganggu aktivitas penting warga,” tegasnya.
Sementara itu, Manajer PLN ULP Sumenep, Achmad Suaidi belum memberikan jawaban pasti mengenai matinya lima mesin PLTD di Giliraja saat dilakukan upaya konfirmasi.
Ia hanya menyatakan bahwa pihaknya masih berada di lokasi mesin PLTD dan menemui audiensi warga Giliraja yang dilakukan hari ini.
“Bentar mas, posisi masih di mesin genset. Apa besok ikut bergabung di acara mas? Hari ini kami audiensi sih mas di Giliraja,” kata dia singkat saat dikonfirmasi media ini. (Dim/red)
