Netranews.co.id, Sumenep – Sejumlah komunitas yang bergerak di bidang literasi, sastra dan budaya menggelar kolaborasi bertajuk “81 Tahun Membaca” di Taman Adipura Sumenep, JawaTimur, pada Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengangkat semangat kemerdekaan membaca di tengah masyarakat.
Komunitas-komunitas pegiat literasi dalam kegiatan tersebut terdiri dari Parjuga Society, Sumenep Book Party, Forum Lingkar Pena Sumenep, Damar Korong, Malate Art Space, Komunitas Nemor, Relaxa PP. Nas’atul Muta’allimin, Warung Puitika, Perpustakaan Universitas Wiraraja dan Goeboek Literasi Indonesia.
Selain menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, agenda tersebut juga menjadi wadah pertemuan bagi para penggerak komunitas untuk berbagi gagasan dan pengalaman seputar dunia literasi.
Co-Founder Parjuga Society, Kiko Anwar mengatakan kegiatan itu diharapkan dapat menjadi medium yang mempererat hubungan antar komunitas yang terlibat dalam kegiatan kolaboratif.
“Kita ingin saling mengenal satu sama lain, karenanya selain diisi dengan sharing hasil bacaan lintas genre, mimbar ekspresi dan bazar buku, kami adakan mini game juga,” kata Kiko.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca, tetapi juga dirancang dengan berbagai kegiatan pendukung agar tercipta suasana literasi yang lebih interaktif dan menyenangkan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah menyumbangkan delapan buku untuk dijadikan hadiah bagi peserta kegiatan.
“Alhamdulillah enam bukunya kami serahkan pada peserta terpilih, sedangkan dua sisanya untuk hadiah giveaway via Instagram,” ujarnya.
Sementara itu, Zakiyatul W. Taulina dari Sumenep Book Party menyampaikan rasa syukur karena agenda kolaborasi tersebut dapat berlangsung dengan suasana hangat dan semangat berkolektif antar komunitas.
Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam membangun kebersamaan serta mendorong terciptanya lingkungan membaca yang inklusif dan menyenangkan.
“Kolaborasi ini adalah langkah visioner untuk membangun kebersamaan dan daya juang untuk menciptakan lingkungan baca yang inklusif dan menyenangkan,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dengan membuka ruang jejaring yang lebih luas sehingga setiap aksi bersama mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan literasi di Sumenep.
Kepala Perpustakaan Universitas Wiraraja, Mohammad Luthfi menilai membaca bukan sekadar aktivitas sunyi, melainkan bagian dari upaya merawat kemerdekaan berpikir dan memperluas sudut pandang.
“Membaca bukan sekadar aktivitas sunyi, melainkan cara merawat kemerdekaan berpikir, memperluas sudut pandang dan menghargai sejarah perjuangan bangsa melalui lembar-lembar pengetahuan,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan literasi yang melibatkan berbagai komunitas tersebut dapat semakin masif di kalangan anak muda serta memperoleh perhatian lebih dari para pemegang kebijakan di Kabupaten Sumenep.
“Harapan saya ke depan aktivitas seperti ini semoga bisa dimassifkan di kalangan anak muda, dan mendapatkan atensi lebih dari pemegang kebijakan di Kabupaten ini,” pungkasnya. (Dim/red)
