Netranews.co.id, Sumenep – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD)Â dari awal hingga akhir tahun 2024 tercatat 1.323 kasus. 10 diantaranya meninggal dunia. Rabu, 8 Januari 2025.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Achmad Syamsuri mengungkapkan laporan dari 30 Puskemas di Sumenep sepanjang 2024 ada 10 orang meninggal akibat DBD.
“Pada Januari ada 2 orang, Februari 2 orang, Maret 2 orang, Juli 2 orang, Oktober 1 orang, dan November 1 orang,” ujarnya.
Menurutnya, dari kasus DBD tahun 2024 tidak termasuk kejadian luar biasa (KLB) meski pada Desember 2024 terdapat tambahan 15 kasus.
“Yang termasuk KLB itu jika dalam kurun waktu satu bulan terjadi lonjakan DBD yang signifikan, dengan angka kematian sangat tinggi.” tegasnya.
Saat ini pihaknya gencar bersosialisasi guna mengantisipasi DBD dan berkolaborasi dengan semua pihak.
“Yang tak kalah penting peran serta masyarakat mengebai pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Untuk wilayah rawan ada Bluto dan Saronggi.” tambahnya.
Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep telah mnegintruksikan seluruh Puskesmas untuk memetakan Desa yang paling banyak kasus sekaligus melakukan Penyelidikan Epidemiologi. (red)
