Netranews.co.id, Sumenep – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Selasa (30/9/2025) malam sekitar pukul 23.49 WIB, yang berpusat di sekitar Pulau Sapudi pada kedalaman 11 kilometer dengan koordinat 7,25 Lintang Selatan–114,22 Bujur Timur. Rabu, 01 Oktober 2025.
Meski tidak berpotensi tsunami, gempa tersebut menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah warga dan fasilitas umum. Bahkan, guncangan dirasakan cukup kuat hampir di seluruh wilayah Sumenep, termasuk Pulau Talango.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan terjadi sebanyak empat kali hingga Rabu (01/10/2025) pukul 00.29 WIB, dengan magnitudo terbesar mencapai 4,4. Gempa susulan ini terjadi setelah gempa utama pada pukul 23.49 WIB.
Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep menyebutkan, sedikitnya 31 rumah dan fasilitas umum di Kecamatan Gayam terdampak.
Selain itu, kerusakan dilaporkan terjadi di Desa Kalowang, Jambuir, Pancor, Prambanan, hingga Nyamplong. Masjid Rokkorok di Desa Pancor rusak pada bagian atap, sedangkan lantai dua Puskesmas Gayam retak di sisi timur.
Di Kecamatan Nonggunong, kerusakan rumah juga terjadi di sejumlah desa. Tercatat lima rumah rusak di Desa Sonok, tiga rumah di Tanah Merah, lima rumah di Sok Pas, serta masing-masing satu rumah di Desa Sokarame Timur, Nonggunong, dan Sombher.
Meski tidak ada korban jiwa, tiga warga mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan dan serpihan kaca. Mereka adalah Faiz Iqbal (21), warga Karang Tengah, Gayam; Sahraye (80), warga Rokkorok Barat, Pancor; dan Moade (72), warga Dusun Sabungbung, Pancor. Ketiganya sudah mendapat perawatan medis di Puskesmas Gayam.
Merespon hal itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo langsung menggelar rapat darurat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada Rabu pagi untuk melakukan percepatan penanganan korban bencana alam yang baru saja melanda
“Ada rumah warga yang mengalami kerusakan ringan, sedang, bahkan berat. Tim Pemkab sudah turun ke Pulau Talango untuk mendata kondisi lapangan. Besok kami juga akan turun ke Pulau Sapudi membawa bantuan sekaligus melakukan pendataan,” kata Bupati Fauzi.
Ia berharap penanganan bencana bisa berlangsung cepat dan lancar dan masyarakat yang menjadi korban bisa segera pulih, serta mampu menjalankan aktivitas keseharian seperti biasanya.
“Semoga masyarakat tetap tabah menghadapi musibah ini, dan kita berdoa agar tidak ada lagi gempa di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya. (Dim/red)
