Netranews.co.id, Sumenep – Jembatan penghubung di Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep ambruk pada Jumat (5/12), dan belum diperbaiki hingga kini. Kondisi ini membuat akses utama masyarakat dari empat desa lumpuh, terutama bagi kendaraan roda empat. Selasa, 23 Desember 2025.
Dalam kondisi terjepit ini, warga setempat membangun jembatan darurat dari kayu yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua sebagai solusi. Sementara kendaraan roda empat terpaksa memutar melalui jalur alternatif yang jaraknya cukup jauh.
“Jembatan ini akses utama masyarakat dari empat desa. Kalau roda dua masih bisa lewat jalan alternatif, tapi kendaraan roda empat kasihan, harus mencari jalur lain yang cukup jauh,” ujar Ari, warga Desa Bringsang, Senin (22/12).
Warga terus menyuarakan desakan kepada pemerintah daerah agar segera melakukan perbaikan, mengingat jembatan itu memiliki peran vital dalam aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Kepala Desa Bringsang, Ahmad Muzakki, mengatakan pihaknya telah berulang kali melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat perbaikan jembatan yang menjadi kewenangan kabupaten itu.
“Hingga saat ini kami terus berkoordinasi dengan Pemkab melalui dinas terkait, termasuk Komisi III DPRD Sumenep. Kami meminta agar pembangunan ulang jembatan ini bisa dipercepat,” kata Muzakki.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep, Slamet Supriyadi menjelaskan, pihaknya hendak membangun jembatan darurat atau pembangunan jembatan permanen sebagai alternatif. Namun, kata dia, berdasarkan hasil perhitungan teknis, biaya pembangunan jembatan darurat dinilai cukup besar.
“Kalau jembatan darurat, total anggarannya kurang lebih sekitar Rp60 juta. Karena anggarannya cukup besar, akhirnya Bupati lebih setuju langsung membangun jembatan permanen pada tahun 2026,” ujar Slamet.
Ia menyebutkan, anggaran pembangunan jembatan permanen tersebut direncanakan bersumber dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) dalam APBD tahun 2026.
“Untuk kepastiannya masih menunggu. Yang jelas di tahun 2026, karena anggarannya nanti baru masuk ke kami,” sebutnya.
Ia juga mewakili Pemerintah Kabupaten Sumenep menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bringsang dan sekitarnya atas kondisi jembatan yang belum mampu diperbaiki itu.
“Kami mohon maaf karena target anggaran di tahun 2025 belum bisa direalisasikan. Namun di tahun 2026 kami siap melaksanakan pembangunan jembatan permanen,” ucapnya.
“Untuk sementara, masih ada jalan alternatif atau jalan pintas yang bisa dimanfaatkan,” pungkasnya. (Dim/red)
