Netranews.co.id, Sumenep – Mahasiswa dan Pemuda menilai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur, anti kritik dan enggan menerima masukan dari masyarakat. Minggu, 16 Maret 2025.
Hal itu disampaikan setelah sejumlah surat audiensi dari Pemuda Arya Wiraraja (Praja) dan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM-KM) Universitas Wiraraja (Unija) Madura diduga tidak didisposisi ke komisi terkait oleh Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin.
Koordinator Praja, Hendra Lesmana menilai DPRD Sumenep telah mengkhianati amanah masyarakat yang hendak memberikan masukan mengenai masalah-masalah yang perlu sentuhan pemerintah daerah.
“Kami sudah tiga kali sejak tahun 2024 hingga Rabu ( 12/03/2025) kemarin mengirim surat, tetapi seperti menggunakan berbagai alasan agar kami tidak ditemui, mereka enggan mendengar masukan,” ujarnya, pada Sabtu (15/03).
Ia menjelaskan bahwa pihaknya hendak beraudiensi mengenai sejumlah pasal yang perlu dikaji ulang di Peraturan Daerah (Perda) Nomor 03 Tahun 2002 te tantang Ketertiban Umum yang dinilai tidak relevan.
Selain itu, kata dia, pihaknya hendak mengawal Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) penyelenggaraan parkir karena sejumlah titik jalan raya yang digunakan sebagai lahan parkir yang mengganggu fungsi jalan oleh pengguna kendaraan roda empat.
“Kami sebagai bagian dari masyarakat seakan dipermainkan oleh para wakil rakyat ini, padahal mereka diamantkan untuk mengawal kepentingan semua masyarakat,” sebutnya.
Hal yang sama juga dialami oleh BEM-KM Universitas Wiraraja Madura yang bersurat untuk melakukan audiensi mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang tidak kunjung direalisasikan karena lambannya pembahasan efisiensi anggaran.
Namun, Presiden Mahasiswa (Presma) Unija Madura, Abdurrahman Saleh mengaku pihaknya seakan dipermainkan oleh para wakil rakyat yang enggan menemui.
“BEM-KM Unija Madura merasa kecewa karena DPRD Sumenep enggan mendengar aspirasi kami dan masyarakat, kami mengecam sikap mereka,” ungkapnya, dalam video pernyataan sikapnya usai audiensi tidak ditemui, pada Minggu (14/03).
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil langkah lain agar pimpinan DPRD Sumenep tidak tutup telinga untuk mendengar aspirasi masyarakat.
“Kami tegaskan, BEM-KM Universitas Wiraraja akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran agar kami didengarkan,” pungkasnya tegas.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumenep, Zainal Arifin belum memberikan respon saat dihubungi melalui Whatsapp pribadinya sejak 24 Februari 2025, bahkan belum dibaca hingga saat ini untuk dikonfirmasi mengenai Efisiensi dan audiensi. (Dim/red)
