Netranews.co.id, Sumenep – Gerakan Transformasi Nusantara (GTN) Sumenep tindaklanjuti dugaan tudingan Indra Wahyudi yang menyamaratakan pengkritik program Presiden sebagai anak abah ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Jawa Timur. Rabu, 6 Mei 2026.
Ketua GTN Sumenep, Abdurrahman Saleh mengatakan pihaknya ingin memberikan peringatan kepada politisi yang menjabat sebagai wakil rakyat agar benar-benar menjalankan fungsi pengawasannya.
“Harusnya dia sebagai wakil rakyat turut mengawasi itu program, kalau ada yang kurang juga dikritik. Bukan malah menuding orang yang tidak puas atau mengkritik sebagai anak abah,” ujarnya.
Menurutnya, pelaporan Indra Wahyudi sebagai wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep sudah dilakukan seusai audiensi ke Badan Kehormatan DPRD Sumenep.
“Kita audiensi ke BK DPRD Sumenep, namun tidak ada hasil sama sekali. Makanya kita kawal ini ke DPD Jatim,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga mengajukan audiensi dengan DPD Partai Demokrat Jatim untuk menjelaskan kronologi dan keberatannya atas statement Indra Wahyudi.
“Informasi dari DPD, Sabtu yang bersangkutan katanya akan dipanggil. Semoga kita bisa audiensi dan berhadapan langsung dengan Bapak Indra Wahyudi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rahman menyatakan bahwa pengurus DPD Partai, Syafril telah mengkonfirmasi adanya surat dari GTN Sumenep yang sudah diterima oleh DPD Partai Demokrat Jawa Timur.
“Surat dari GTN Sumenep sudah diterima, dan katanya akan memanggil yang bersangkutan pada hari Sabtu,” sebutnya.
Soal tindak lanjut mengenai tuntutan dari GTN Sumenep, ia mengaku bahwa masih menunggu keputusan dari pimpinan DPD Partai Demokrat Jatim, baru akan disampaikan ke GTN Sumenep. (Dim/red)
