Netranews.co.id, Sumenep – Nasib tragis menimpa Masrul, warga Dusun Rembang, Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, akibat dugaan kelalaian pelayanan yang dilakukan Puskesmas Pragaan. Rabu, 14 Mei 2025.
Keluarga Masrul, AB (inisial) dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan saat mencari oksigen medis karena Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Pragaan tidak memiliki stok oksigen
berkontribusi pada meninggalnya anggota keluarganya, A.B.,
Peristiwa bermula ketika Masrul membawa sang kakek yang dalam kondisi kritis ke UGD Puskesmas Pragaan. Namun, setibanya di sana, petugas menyampaikan bahwa puskesmas kehabisan stok oksigen.
“Karena tidak ada oksigen, kami memutuskan mencari ke tempat lain, termasuk Klinik NU. Tapi di tengah perjalanan, A.B. mengalami kecelakaan dan terlindas truk hingga meninggal dunia,” ungkap Masrul, Selasa (13/05/2025).
Masrul menyayangkan lemahnya sistem distribusi alat kesehatan seperti oksigen. Ia menyebut kondisi ini bukan sekadar kelalaian, melainkan pembiaran yang membahayakan nyawa pasien.
Pihak puskesmas menyatakan bahwa stok oksigen terbatas karena pembagian merata yang dikoordinasikan dengan RSUD dr. H. Moh. Anwar. Namun, Masrul menilai alasan tersebut tidak bisa diterima.
“Apakah pasien harus menunggu ajal karena oksigen tidak tersedia? Ini bukan lagi kelalaian, ini sudah seperti pembunuhan terselubung,” kecamnya.
Ia mendesak Bupati Sumenep, Dinas Kesehatan, dan Komisi IV dan Komisi I DPRD setempat untuk segera turun tangan agar kejadian serupa tidak terulang. (Dim/red)
