Netranews.co.id, Sumenep – Gempa bumi mengguncang wilayah Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timurpada Selasa (30/09/2025) malam sekitar pukul 23.49 WIB. Getaran kuat dirasakan masyarakat di Kecamatan Gayam dan Kecamatan Nonggunong, yang mengakibatkan puluhan rumah rusak serta sejumlah warga mengalami luka. Rabu, 01 Oktober 2025.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Achmad Laily Maulidi, dalam laporan resminya menyebutkan, hingga Rabu (01/10/2025) dini hari, petugas masih terus mendata dampak kerusakan di lapangan.
“Gempa cukup kuat dan membuat masyarakat panik. Banyak rumah warga roboh maupun mengalami kerusakan berat, dan ada korban luka yang sudah ditangani petugas medis,” ujarnya.
Dari hasil pendataan sementara, BPBD Sumenep mencatat sedikitnya 29 rumah dan fasilitas umum di Kecamatan Gayam dilaporkan mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat, di antaranya adalah rumah warga di Desa Kalowang, Jambuir, Pancor, Prambanan, hingga Nyamplong.
Selain itu, Masjid Rokkorok di Desa Pancor juga dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian genteng, sementara Puskesmas Gayam lantai dua sisi timur retak.
Di Kecamatan Nonggunong, kerusakan rumah warga juga tercatat di sejumlah desa, yakni Sonok (5 rumah), Tanah Merah (3 rumah), Sokarame Timur (1 rumah), Sok Pas (5 rumah), serta masing-masing satu rumah di Desa Nonggunong dan Sombher.
Beruntung, di wilayah tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa, namun tiga warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan dan serpihan kaca.
Mereka adalah Faiz Iqbal (21), warga Karang Tengah, Gayam; Sahraye (80), warga Rokkorok Barat, Pancor; dan Moade (72), warga Dusun Sabungbung, Pancor. Ketiganya telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Gayam.
Laili mengungkapman, pihaknya masih menunggu laporan tambahan dari desa-desa terdampak serta melakukan koordinasi dengan aparat setempat untuk penanganan darurat.
“Tim kami masih terus bergerak ke lokasi terdampak untuk memastikan jumlah kerusakan maupun korban. Kami juga berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa,” pungkasnya.
Dilansir dari website resmi inatews.bmkg.go.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat terjadi empat kali gempa susulan dari gempa bumi magnitudo 6,5 yang mengguncang Sumenep, Jawa Timur. Gempa utama terjadi pada Selasa, 30 September 2025, pukul 23.49 WIB.
Dinyatakan bahwa gempa susulan terjadi hingga pukul 00.29 WIB pada Rabu pagi. Magnitudo terbesar dari gempa susulan tersebut mencapai 4,4.
“Gempa susulan sebanyak empat kali ini terjadi hingga pukul 00.29 WIB, Rabu pagi, dari kejadian awal pada pukul 23.49 WIB pada Selasa malam, dengan magnitudo terbesar 4,4,” kata Daryono seperti dilansir Antara, Rabu, 1 Oktober 2025.
Pusat gempa berada di koordinat 7,25 Lintang Selatan dan 114,22 Bujur Timur. Episenter gempa terletak di laut sejauh 50 kilometer di tenggara Sumenep dan Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, pada kedalaman 11 kilometer. (Dim/red)
