Netranews.co.id, Sumenep – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Agus Hariyanto, mendesak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumekar mengevaluasi manajemennya terkait gangguan suplai air bersih yang tak kunjung beres. Rabu, 12 November 2025.
Agus menegaskan bahwa air merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang wajib dipenuhi secara berkesinambungan oleh penyelenggara layanan publik, khususnya sekelas perusahaan daerah Kabupaten.
“Air adalah kebutuhan pokok manusia, terutama bagi warga Pinggir Papas yang sepenuhnya bergantung pada pasokan dari PDAM,” ujarnya.
Ia menilai, persoalan tersendatnya distribusi air yang terus berulang menunjukkan perlunya evaluasi mendalam terhadap manajemen dan sistem penyaluran PDAM.
“Semoga ini menjadi bahan evaluasi bagi manajemen PDAM, karena keluhan serupa bukan yang pertama kali terjadi. Ini kesempatan bagi PDAM untuk berbenah dan meningkatkan mutu pelayanannya,” tegasnya.
Agus memastikan, apabila masalah tidak segera ditangani, Komisi II akan memanggil PDAM Sumekar untuk dimintai keterangan secara resmi.
“Jika dalam waktu dekat belum ada perbaikan signifikan, kami di Komisi II akan memanggil PDAM untuk mendengar langsung penjelasan sekaligus mencari solusi konkret,” katanya.
Ia berharap PDAM dapat lebih tanggap dalam merespons keluhan warga, khususnya di wilayah yang kerap mengalami gangguan suplai.
“Kami tidak ingin masyarakat terus dirugikan. PDAM harus menghadirkan solusi nyata, bukan sekadar penjelasan teknis tanpa perbaikan di lapangan,” ujarnya.
Sebelumnya, warga Desa Pinggir Papas mengeluhkan pasokan air PDAM yang tersendat selama beberapa bulan terakhir dan bahkan terhenti total dalam sepekan terakhir.
Seorang warga, AR, mengatakan pasokan air sering mati pada siang hari meski malam hari sempat mengalir normal.
“Maghrib hingga Isya baru hidup, tapi siang mati, airnya kadang mengalir tidak lancar,” ujarnya, pada Senin (10/11).
AR mengaku sudah beberapa kali melapor ke PDAM namun respons yang diterima sebatas permintaan video kondisi air tanpa penanganan langsung.
Akibat lambannya penanganan tersebut, sebagian warga terpaksa menumpang ke rumah tetangga untuk mendapatkan air bersih.
Kepala Desa Pinggir Papas, H. Ubaid Abdul Hayat, menyebut kondisi tersebut telah mengganggu aktivitas harian warganya untuk memenuhi kebutuhan air bersih rumah tangga.
“Satu minggu ini macet total. Banyak warga yang mengadu karena air tidak mengalir. Senin kemarin para ibu sudah bersiap datang berombongan ke PDAM untuk konfirmasi, tetapi saya tahan dulu. Kami ingin melakukan komunikasi secara baik dengan pihak PDAM,” ujarnya.
Ia berharap PDAM segera mengambil langkah nyata untuk menuntaskan masalah yang kerap terjadi di desanya. Sebab, kata dia, sebelumnya suplai PDAM Sumekar juga pernah macet di setahun silam dan kembali terulang di tahun ini.
“Kasihan masyarakat, air adalah kebutuhan dasar manusia. Jangan dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Sumekar Sumenep, Febmi Noerdiansyah, memastikan pihaknya terus melakukan pemeriksaan dan perbaikan di lapangan.
“Tim kami setiap hari turun ke lapangan. Permasalahannya memang titik kebocorannya belum ditemukan,” kata Febmi.
Ia menyampaikan bahwa PDAM telah menambah distribusi air dari Kalianget ke Pinggir Papas, di mana Dusun Ageng dan Dusun Dalem sudah kembali lancar, sedangkan sebagian wilayah Dusun Kauman mulai mengalir meskipun tekanannya masih rendah.
Febmi juga meminta warga untuk sementara tidak menggunakan pompa listrik (sanyo) agar distribusi air dapat merata.
“Dusun Kauman merupakan titik terjauh, dan masih banyak warga yang menggunakan sanyo. Kami minta dimatikan sementara agar aliran air lebih merata,” jelasnya.
Ia memastikan PDAM terus menelusuri lokasi kebocoran dan menormalkan kembali pasokan air bersih.
“Pasokan air sudah kami tambah. Jika masih ada warga yang airnya tidak mengalir, mohon sampaikan alamatnya agar dapat kami cek langsung,” pungkasnya. (Dim/red)
