Netranews.co.id, Sumenep – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 28 dari Universitas PGRI Sumenep berhasil menyelenggarakan agenda sosialisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Balai Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sabtu, 16 Agustus 2025.
Acara ini dihadiri oleh aparatur desa dan masyarakat setempat yang antusias mengikuti materi tentang pengembangan potensi lokal.
Kegiatan sosialisasi ini menghadirkan Jepi Eko Widodo, Tenaga Pendamping UMKM dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Jepi menekankan pentingnya keberanian, kreativitas, dan inovasi dalam mengembangkan usaha terutama dalam memanfaatkan berbagai peluang wirausaha di bidang pertanian dan pengolahan hasil panen.
“Aspek krusial seperti legalitas usaha mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), hingga sertifikat halal akan untuk membantu masyarakat agar produknya dapat bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Jepi.
Desa Dungkek yang kaya akan hasil tani jagung dan singkong menjadi fokus utama dalam sosialisasi ini. Saat ini, produk olahan seperti nasi jagung dan keripik singkong masih dikemas secara sederhana.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat dapat meningkatkan kualitas produk, memperbaiki teknik pengemasan, dan menggunakan strategi pemasaran digital agar nilai jual produk meningkat.
Salah satu perwakilan mahasiswa KKN Kelompok 28, Rifqy Qolib Mustafa berharap kegiatan ini menjadi pintu bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal untuk usahanya.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih percaya diri untuk mengembangkan potensi usaha lokal menjadi produk UMKM yang berdaya saing,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara mahasiswa, aparatur desa, dan pemerintah daerah sangat penting untuk menjadikan Desa Dungkek sebagai contoh desa yang sukses dalam mengembangkan potensi lokalnya.
“Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja KKN Kelompok 28 yang berlangsung selama satu bulan. Ke depan, kami berencana melakukan pendampingan lanjutan kepada masyarakat,” kata dia lebih lanjut.
“Fokus pendampingan akan meliputi perbaikan kemasan produk, promosi digital, serta diskusi untuk memastikan pengembangan UMKM di desa tersebut dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Dim/red)
