Netranews.co.id, Sumenep – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, telah memulai pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang menyasar para pelaku usaha mulai di tingkat keluarga hingga pengusaha menengah ke atas. Selasa, 23 Juni 2026.
Kepala BPS Sumenep, Handoyo Wijoyo, mengatakan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang bertujuan menyediakan informasi struktur ekonomi berbasis spasial yang terkini, sekaligus menyusun basis data usaha yang lengkap dan terintegrasi dengan peta digital.
Ia menjelaskan, selain memotret struktur ekonomi, SE 2026 juga akan menghasilkan informasi terkait karakteristik usaha, mulai dari perkembangan industri digital, daya saing usaha, keterkaitan usaha hingga ekonomi hijau yang menjadi perhatian dalam pembangunan ekonomi masa depan.
“Data yang akurat menjadi landasan pengambilan keputusan yang tepat, sehingga kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026,” ujar Handoyo.
Menurutnya, SE 2026 menyasar seluruh jenis usaha, baik usaha terkecil di tingkat keluarga,, hingga menengah maupun besar agar hasil sensus nantinya dapat menjadi pijakan dalam perumusan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Ia menuturkan SE 2026 ini terbagi menjadi dua, yaitu pengisian kuesioner secara daring bagi perusahaan besar dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei hingga 14 Juni 2026, dan pendataan lapangan secara door to door yang telah dilakukan sejak 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 nanti.
Ia menyebutkan, di Kabupaten Sumenep, pelaksanaan SE 2026 mencakup 27 kecamatan, 334 desa dan kelurahan, serta 6.532 satuan lingkungan setempat (SLS).
Selain itu, BPS Sumenep akan mendata sebanyak 408.561 keluarga dan 187.293 unit usaha yang tersebar di berbagai wilayah, dengan dukungan 182 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan 1.354 Petugas Pencacah Lapangan (PPL).
Handoyo menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan data yang diberikan kepada petugas sensus karena seluruh informasi responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia mengatakan, data yang dikumpulkan hanya digunakan untuk kepentingan statistik, seperti perencanaan pembangunan, penyusunan kebijakan ekonomi, dan evaluasi sektor usaha, serta tidak digunakan untuk audit, investigasi, maupun kepentingan perpajakan.
“Hasil sensus yang dipublikasikan berbentuk data agregat sehingga tidak akan menampilkan identitas maupun rincian usaha tertentu kepada publik,” kata Handoyo.
Handoyo juga mengungkapkan optimisme bahwa SE 2026 ini akan sukses sesuai target yang telah ditetapkan, sebab baru berjalan beberapa hari saja petugas sukses melebihi target harian yang ada.
“Dari target harian secara nasional, harusnya hanya 7,5 persen, alhamdulillah sejak Senin (22/06) pagi tadi, kami sudah melebihi target sejak 7 hari kerja, yaitu 9,86 persen,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan jawaban yang jujur serta lengkap demi menghasilkan data yang berkualitas bagi pembangunan bangsa.
“Kami berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama mengawal Sensus Ekonomi 2026, karena petugas sensus adalah para pejuang data untuk bangsa dan keluarganya,” pungkasnya. (Dim/red)
