Netranews.co.id, Sumenep – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep mendorong agar program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan SKK Migas Jabanusa tidak hanya berlangsung di wilayah tertentu.
SMSI berharap Madura dapat menjadi salah satu daerah yang dipertimbangkan sebagai lokasi pelaksanaan UKW. Langkah tersebut dinilai dapat membuka akses lebih luas bagi wartawan daerah, termasuk mereka yang baru menekuni profesi jurnalistik.
Ketua SMSI Kabupaten Sumenep Wahyudi mengatakan, UKW memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalitas wartawan.
“Kami mengapresiasi SKK Migas Jabanusa yang intens melaksanakan UKW bagi wartawan. Ini merupakan langkah positif untuk memberikan kesempatan kepada wartawan meningkatkan kompetensinya,” kata Wahyudi, Kamis (17/9/2026).
Menurut dia, akses terhadap program peningkatan kompetensi tersebut masih perlu diperluas. Sebab, sejumlah wartawan di Madura, khususnya Sumenep, belum memperoleh kesempatan untuk mengikuti UKW.
Wahyudi mengatakan, salah satu persoalannya berkaitan dengan mekanisme peserta dalam program UKW yang digelar melalui institusi tertentu. Wartawan yang dapat mengikuti kegiatan biasanya merupakan mereka yang memperoleh undangan.
“Kalau mengikuti UKW melalui program SKK Migas, biasanya yang mendapat kesempatan adalah wartawan yang mendapatkan undangan. Sementara banyak wartawan di daerah yang belum tersentuh,” ujarnya.
Sementara itu, mengikuti UKW secara mandiri juga menjadi tantangan bagi sebagian wartawan. Selain persoalan akses, biaya pelaksanaan dapat menjadi beban tersendiri, terutama bagi wartawan yang masih berada pada tahap awal karier.
Atas kondisi tersebut, SMSI Sumenep berharap SKK Migas Jabanusa dapat mempertimbangkan Madura sebagai lokasi penyelenggaraan UKW pada kegiatan berikutnya.
“Harapan kami, ke depan pelaksanaan UKW juga bisa ditempatkan di wilayah Madura. Dengan begitu, wartawan daerah, termasuk wartawan pemula, mempunyai kesempatan yang lebih terbuka untuk meningkatkan kompetensinya,” tutur Wahyudi.
Ia menegaskan, pemerataan lokasi UKW bukan semata-mata persoalan tempat penyelenggaraan. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan kesempatan wartawan daerah untuk memperoleh peningkatan kapasitas secara lebih merata.
Terlebih, kata Wahyudi, aktivitas jurnalistik di Madura cukup dinamis. Wartawan dan media lokal turut meliput berbagai persoalan masyarakat, pembangunan daerah, serta kegiatan ekonomi dan industri, termasuk sektor hulu minyak dan gas.
Wahyudi juga mengungkapkan bahwa program UKW sebelumnya pernah digelar di Sumenep oleh PT Kangean Energi Indonesia (KEI). Berdasarkan catatannya, kegiatan tersebut berlangsung sekitar 2021 dan 2022.
“Kalau tidak keliru, PT KEI pernah melaksanakan UKW di Sumenep dua kali, sekitar tahun 2021 dan 2022. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan UKW di Madura sangat memungkinkan,” katanya.
Selain persoalan UKW, SMSI Sumenep menyatakan dukungannya terhadap program kemasyarakatan yang dijalankan SKK Migas Jabanusa di Madura.
Wahyudi berharap kolaborasi antara industri hulu migas, masyarakat, dan insan pers terus diperkuat. Menurut dia, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dapat menjadi salah satu bentuk sinergi yang memberikan manfaat bagi daerah.
“Kami tentu sangat mendukung setiap program kemasyarakatan SKK Migas Jabanusa di wilayah Madura. Harapannya, sinergi ini terus berjalan dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Dim/red)
